Showing posts with label modul. Show all posts
Showing posts with label modul. Show all posts

Perlunya Pendekatan System Dalam Pengembangan Buku Ajar


oleh: Feni Ermawati

Dalam pengembangan buku ajar, kita seyogyanya perlu menggunakan desain system, mengapa? Sebab banyak dijumpai kajian-kajian dalam studi kepustakaan dari hasil penelitian formal yang menunjukkan bahwa desain system itu unggul halnya, penelitian-penelitian yang telah ditertibkan hasilnya cenderung memberikan dukungan yang kuat bagi desain sitem tersebut
Ada sejumlah alas an mengapa desain system bagi pengembangan buku ajar itu efektif. Alas an pertama ialah adanya focus, pada awal proses, telah ditentukan “apa” yang pebelajar harus tahu atau mampu lakukan pada akhir pembelajaran nanti dengan menggunakan buku panduan pendek yang akan dikembangkan. Tanpa pernyataan tujuan secara pasti ini, langkah perencanaan dan implementasi pengembangan menjadi kabur dan tidak efektif

Modul

oleh:  Ratih Ciptasari

Modul merupakan alat atau sarana  pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.
Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metoda, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri.
Modul dapat digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu secara efektif dan efesien. Modul memiliki karakteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain serta bersahabat dengan user atau pemakai, membantu kemudahan pemakai untuk direspon atau diakses.
Tujuan pembuatan modul:

FUNGSI BAHAN AJAR


Oleh : TITIK INAYATI

Bahan ajar adalah seperangkat materi atau substansi pembelajaranyang disusun secara sistematis, menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai oleh peserta didik serta memiliki banyak fungsi. Fungsi bahan ajar tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu:
1.    Fungsi bahan ajar bagi pendidik, antara lain dapat menghemat waktu mengajar, mengubah peran pendidik menjadi seorang fasilitator, proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan interaktif serta sebagai alat evaluasi pencapaian hasil belajar
2.    Fungsi bahan ajar bagi peserta didik, antara lain menjadikan peserta didik dapat belajar tanpa harus ada pendidik atau teman peserta didik yang lain, dapat belajar kapan saja dan dimana saja, dapat belajar sesuai kecepatannya masing-masing peserta didik, dapat belajar menurut urutan yang dipilihnya sendiri, membantu potensi peserta didik untuk menjadi pelajar yang mandiri, serta dapat dijadikan sebagai pedoman bagi peserta didik yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang seharusnya dipelajari atau dikuasainya

Format Penulisan Naskah Buku Ajar


 Oleh: Sifa Altika

            Buku ajar biasaya tersusun dari beberapa bab. Secara umum format buku ajar dalam satu bab terdiri atas: bagiqan pendahuluan, bagian isi/ penyajian, dan bagian penutup.Dengan melihat format penulisan buku ajar, diawali dengan tinjauan umum mata kuliah; kemudian diikuti dengan penyajian bab perbab.
Bagian pendahuluan sebagian Nampak  pada gambar di atas, bagian pendahuluan ini mencakup ketentuan-ketentuan bab dan judul bab, tujuan pembelajaran yang ini dicapai oleh pebelajar dan dapat purlu ditambah dengan rangkuman.
Bagian isi atau penyajian bagian isi atau penyajian ini merupakan penulisan isi naskah secara detail, yang mencakup keseluruhan isi secara sequensif dan koheren. Sequensif dalam arti paparan isi naskah secara runtut kronologis dan sistematis. Sedangkan koheren dimaksudkan paparan isi naskah secara sinergis dan satu komponen dengan komponen isi yang lain sealing berhubungan , bersyarat secara fungsional. Misalnya uraian tentang “ media” menjadi pijakan untuk menguraikan definisi “ media  pembelajaran” Jadi, uraian terdahulu menjadi pijakan dari uraian yang kemudian, begitu seterusnya.